16
Sat, Oct

Menghalau Tikus, Petani Sukolilo Gunakan Seng

Foto: Clakclik.com

Peristiwa
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Sukolilo, Clakclik.com—Petani Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang berada di wilayah genangan dan jalur pelumpuran Jratunseluna seperti di wilayah Desa Gadudero dan Kasiyan saat ini sedang bersiap menanam padi untuk masa tanam pertama (MT 1) 2021/2022.

Baca juga: https://www.clakclik.com/identitas/35-komunitas/1844-masalah-laten-pupuk-subsidi-hilang-di-bulan-november-desember-petani-ingatkan-pemerintah

Berbeda dengan petani padi pada umumnya, dalam tahap persiapan tanam, selain mereka melakukan pembibitan, juga melakukan pemasangan seng melingkar keliling pematang dan batas sawah mereka. Fungsi seng itu digunakan untuk menghalau tikus.

Untuk melindungi tanamannya dari serangan tikus, petani di Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jateng memasang seng dan talang berbahan karet keras. Jika hal ini tidak dilakukan, tanaman padinya akan habis dimakan tikus, Selasa (12/10/2021) / Foto: Clakclik.com 

Petani Desa Gadudero, Maksum mengatakan bahwa ia dan petani lainnya harus memasang seng jika hendak menanam padi. “Kalau lahan yang ada tanamannya tidak dipagar seng, mending tidak usah menanam. Percuma, hanya memberi makan tikus saja,” kata Maksum, Selasa (12/10/2021).

Maksum menambahkan, dengan menggunakan seng sebagai pagar untuk menghalau tikus, maka biaya produksi pertanian meningkat drastis. “Minimal, dalam satu kotak sawah, butuh tambahan modal untuk beli seng sekitar Rp. 4 juta lebih,” tambah Maksum.

Senada dengan Maksum, petani Desa Kasiyan, Mujahidin menceritakan bahwa dirinya dan sejumlah petani lain di Desa Kasiyan saat ini masih harus beradu cepat memanen jagung dengan tikus. “Tikus wilayah kami merajalela. Sejumlah petani yang menanam jagung tidak berhasil panen gara-gara tikus,” kata Mujahidin. (c-hu)