16
Sat, Oct

Masalah Laten Pupuk Subsidi Menghilang di Bulan November-Desember, Petani Ingatkan Pemerintah

Foto: Clakclik.com

Komunitas
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Pati, Clakclik.com—Sejumlah petani di Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang tergabung dalam Serikat Petani Pati (SPP) baru-baru ini merilis informasi tentang waktu yang rawan terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi setiap tahun, yakni pada bulan November dan Desember.

Baca juga: https://www.clakclik.com/72-peristiwa/1714-diwajibkan-beli-pupuk-non-subsidi-saat-tebus-pupuk-subsidi-petani-desa-keben-protes

Baca juga: https://www.clakclik.com/72-peristiwa/1716-distanbunjateng-tidak-ada-kebijakan-yang-mewajibkan-pembelian-pupuk-secara-paket

Ketua SPP Kamelan menjelaskan bahwa pengalaman mereka selama beberapa tahun, pada dua bulan itu, kelangkaan pupuk bersubsidi selalu terulang. “Di 2020 saya bahkan ngelurug ke Jakarta wadul sama DPR RI yang membidangi persoalan pertanian karena masalah kelangkaan pupuk itu. Saat ini sengaja kami sampaikan di awal dengan harapan pemerintah siap-siap,” kata Kamelan, Minggu (10/10/2021).

Kamelan menambahkan bahwa kasus yang sering terjadi pada November-Desember tiap tahun adalah pupuk bersubsidi ditingkat pengecer sulit ditemukan bahkan sering tidak tersedia.

“Biasanya di November-Desember itu stok pupuk di pengecer tersendat, kadang kosong. Imbasnya tanaman padi telat dipupuk. Dampaknya produksi padi turun. Kalau nggak gitu, ada barang (pupuk bersubsidi-red), tapi harganya diatas HET (harga eceran tertinggi-red),” tambah Kamelan.

Kamelan berharap, dengan informasi awal yang disampaikan pihaknya, kejadian yang sama tidak terulang di tahun ini. (c-hu)

Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.