19
Thu, May

Minyak Coblong; Sangkal Putung Dari Pucakwangi

Nenek Sakijah alias Mbah Jami, Minggu (1/12/2019) / Ahmad Rifa'i

Cerita
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Pucakwangi, Clakclik.com—Minyak Coblong merupakan minyak yang dipercaya berkhasiat mampu memulihkan tulang yang patah maupun retak. Dengan diolesi minyak coblong, orang percaya bahwa patah dan atau retak tulang yang dialami seseorang bisa pulih kembali tanpa melalui treatment medis.

Secara turun-temurun, minyak tersebut saat ini dimiliki oleh seorang nenek bernama Sakijah (83 tahun), tinggal di Dukuh Sobo, Desa Sitimulyo, Kecamatan Pucakwangi, Pati, Jawa Tengah.

Nenek Sakijah lebih terkenal dengan panggilan Mbah Jami. Warga sekitar akan kesulitan menjawab jika ditanya dimana rumah Nenek Sakijah, tapi jika kita bertanya dimana rumah Mbah Jami Coblong, orang akan langsung menunjukkan.

Saat dikunjungi Tim Clakclik.com, Minggu (1/12/2019) lalu, perempuan lansia ini sigap bercerita tentang minyak coblong yang dimilikinya.

Menurut Mbah Jami, minyak coblong ditemukan pertama kali oleh kakek buyutnya dari dalam pohon ditengah hutan. Saat itu, kata Mbah Jami, kakek buyutnya sedang menebang pohon di hutan. Saat menebang, kapak yang dipakai gagangnya patah. Pohon yang ditebang terasa keras sekali seperti ada sesuatu didalam pohon itu.

Penasaran dengan pohon itu, sang kakek-pun mengecek pohon tersebut. Saat di cek, sang kakek menemukan sebuah guci yang masih utuh lengkap dengan tutupnya berada ditengah batang pohon itu. Sang kakek semakin penasaran. Ia kemudian mengambil guci itu dan ternyata didalamnya terdapat cairan seperti minyak.

Setelah menemukan guci, sang kakek hendak kembali bekerja. Ia mencoba membenahi gagang kapak yang patah dengan menyatukan antar patahan tersebut. Entah ada firasat apa sang kakek mengoleskan cairan seperti minyak dari guci itu pada gagang kapak yang disambung kembali itu. Keajaiban terjadi; gagang kapak yang sudah patah bisa utuh kembali seperti sedia kala. Karena melihat keajaiban yang itu, Sang kakek akhirnya membawa pulang guci tersebut. Nah, cairan yang didalam guci itulah yang kemudian dikenal dengan 'minyak coblong'.

Sejak ditemukan hingga kini, minyak coblong sudah di tangan generasi ke empat. Minyak aslinyapun sudah habis, kini tersisa tinggal gucinya. Bila ada orang yang meminta manfaat minyak coblong, Mbah Jami memberikan minyak goreng yang telah ditaruh dalam guci. Walaupun demikian khasiatnya masih ada. Sudah banyak yang membuktikan khasiat dari minyak tersebut.

Menurut Mbah Jami sampai sekarang terhitung sudah ratusan orang yang datang ke rumahnya untuk meminta minya coblong. Mereka berasal dari wilayah Kabupaten Pati dan wilayah sekitar seperti Kabupaten Kudus dan Jepara.

Cara mendapatkan minyak tersebut cukup mudah, kita tinggal datang kerumah Mbah Jami. Ketika sampai di rumah Mbah Jami, biasanya beliau menanyakan untuk siapa minyak akan digunakan untuk obat. Jawab saja dengan menyebutkan nama orang yang akan memakai minyak tersebut. Lalu Mbah Jami akan bergegas ke belakang rumah untuk menyiapkan minyak tersebut. Ketika minyak sudah siap biasanya Mbah Jami juga memberikan petunjuk pemakaian. Untuk pengobatan Mbah Jami memberikan 2 bungkus; 1 minyak, 1 air bunga dan beras yang sudah haluskan. (c-rifa’i lek)