03
Thu, Apr

Kasus HIV-AIDS di Pati Terus Bertambah, Butuh Penanganan Serius dan Libatkan Multi-pihak

Ilustrasi / Clakclik.com

Cerita
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Pati, Clakclik.com—Temuan jumlah orang yang terpapar virus HIV atau Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah terus bertambah. Pertambahan jumlah ODHA membutuhkan perhatian semua pihak karena persoalan HIV-AIDS berkaitan dengan beragam sektor kehidupan masyarakat.

Baca juga: Perjalanan Penanganan AIDS di Indonesia (clakclik.com)

Konselor HIV-AIDS di rumah sakit pemerintah Kabupaten Pati, dr. Joko Mardianto menyatakan bahwa secara akumulatif, hingga November 2020 terdata ada 1.786 ODHA di Kabupaten Pati.

“Namun saya ingin menyampaikan data konkrit saja. Sumbernya dari data orang yang mengkonsumsi obat anti retroviral di Pati. Jumlah totalnya ada 1.049 orang. Sedangkan untuk saat ini, data terakhir yang kami punya, masih ada 478 orang yang mengkonsumsi obat dan 174 orang putus obat karena aneka sebab,” kata dr. Joko Mardianto, Selasa (1/12/2020).

Menurut Koordinator KDS Rumah Matahari Ari Subekti, sesungguhnya pemerintah bisa mengendalikan penularan HIV-AIDS jika ada langkah yang sistematis, terkoordinir dan serius.

“Harus melibatkan semua pihak, tidak insidental dan didukung dengan anggaran yang cukup. Dan jangan lupa, pekerjaan yang paling vital dalam pengendalian HIV-AIDS itu adalah penjangkauan pasien,” kata Ari Subekti.

Menurut Ari Subekti, selama puluhan tahun pihaknya melakukan penjangkauan ODHA, hal penting yang dibutuhkan justru pendampingan bagi para ODHA.

“Setelah orang positif HIV, masalah yang dihadapi macam-macam. Masalah sosial, masalah ekonomi, masalah psikologi dan masalah kesehatan. Jadi multi-pihak yang harusnya bergerak merespon persoalan ini secara serius,” tambah Ari Subekti. (c-hu)