21
Fri, Jan

Mengisi Waktu Luang, atau Meluangkan Waktu?

Ilustrasi / Clakclik.com

Opini
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Oleh: Hasanudin Abdurakhman | Penulis Buku Melawan Miskin Pikiran

Anda ingin belajar bahasa asing, atau perdagangan saham. Atau, mau memulai bisnis online sebagai kerja sampingan. Mau menulis buku. Anda berpikir untuk memanfaatkan waktu luang. Yakinlah, kemungkinan besar keinginan itu tidak akan tercapai.

Jadi, harus bagaimana? Jangan isi waktu luang Anda. Tetapkan tujuan, luangkan waktu untuk mengerjakannya!

Apa bedanya? Waktu luang itu sering kita anggap bonus, atau imbalan. Kita sudah lelah bekerja, sibuk dengan pekerjaan utama, dan kita masih punya waktu tersisa. Horeee, ini waktu bebas, bisa dipakai untuk memanjakan diri. Maka, usaha mengisi waktu luang biasanya jadi pertarungan antara keinginan memanfaatkannya dengan keinginan untuk memanjakan diri dengan tidak melakukan apa-apa.

Ada pula orang-orang yang tidak punya waktu luang. Selalu ada yang harus dikerjakan setiap suatu pekerjaan selesai. Ada hal lain yang dianggap lebih tinggi prioritasnya. Atau, hal yang tadi hendak diisikan dalam waktu luang, selalu dikalahkan prioritasnya.

Itulah sebab-sebab yang membuat keinginan mengisi waktu luang itu sering gagal.

Jadi, bagaimana?

Kata Steven Covey, kunci pengelolaan waktu bukan menetapkan prioritas pada jadwal Anda, tapi menjadwalkan prioritas-prioritas Anda. Apa maksudnya? Jangan tempatkan hal-hal yang bukan prioritas dalam jadwal kita.

Maka, hal yang kita inginkan untuk dicapai tadi, harus kita jadikan prioritas. Lalu kita masukkan dalam jadwal. Ia bisa ditempatkan di mana saja. Di separuh terakhir jam makan siang, misalnya. Atau, saat ada sedang dalam perjalanan, dengan mobil atau angkutan umum. Itu bukan mengisi waktu luang. Anda tidak menganggap itu waktu luang. Itu adalah waktu untuk mengerjakan suatu prioritas yang sering disia-siakan orang lain.

Bahkan saat kita sedang mengerjakan suatu prioritas, kita bisa menuntaskan prioritas lain. Bagaimana caranya? Sadarilah bahwa kerja yang paling berharga bagi kita adalah berpikir. Kapan Anda berpikir? Sebagian besar orang melakukannya hanya pada saat bekerja. Padahal berpikir bisa dilakukan kapanpun, selama Anda sadar.

Tahukah Anda banyak kesempatan berpikir yang Anda lewatkan? Saat sedang menyetir, banyak orang menganggapnya sebagai waktu yang tidak produktif. Demikian pula saat mengerjakan pekerjaan rumah, seperti masak atau mencuci. Di saat-saat itu pikiran kita menganggur, karena pekerjaan itu tak terlalu memerlukan energi pikir. Maka manfaatkan waktu-waktu itu untuk berpikir kreatif. Saya banyak menemukan gagasan untuk tulisan, presentasi, juga strategi, pada waktu-waktu itu.

Itu adalah suatu cara untuk meluangkan waktu. Dengan cara itu Anda akan bekerja lebih cepat. Saat Anda di meja kerja, Anda sudah siap dengan gagasan, tidak perlu bingung lagi.
Meluangkan waktu itu seperti menata barang dalam kotak. Banyak orang menyisakan ruang-ruang kosong, sehingga kotaknya hanya terisi sedikit. Atau ia menempatkan benda-benda yang ukurannya terlalu besar

Artinya, banyak orang yang menyediakan waktu-waktu kosong di antara berbagai aktivitas, sehingga banyak waktu terbuang. Atau, ia mengerjakan sesuatu terlalu lama, tidak efisien, sehingga banyak waktu tersita.

Prinsip meluangkan waktu membuat Anda lebih efisien dalam bekerja, dan kreatif memanfaatkan waktu.