21
Wed, Feb

Awal Musim Hujan, Kendeng Sudah Dua Kali Banjir Bandang

Foto: WAG Wali-SHL

Peristiwa
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Pati, Clakclik.com—Mulai beranjak dari masalah kekeringan dan krisis air selama tiga bulan lebih, memasuki awal musim hujan di bulan November, kawasan Kendeng Utara di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, telah dua kali diterjang banjir bandang.

Banjir bandang pertama terjadi di 27-28 Nopember menerjang wilayah aliran sungai Godo di Kecamatan Tambakromo, Winong, dan Gabus. Banjir bandang menerjang sejumlah desa seperti Sinomwidodo, Angkatan Lor, dan Angkatan Kidul. Banjir tidak sampai memakan korban jiwa, namun pasca banjir, masyarakat dan relawan harus bergerak melakukan pembersihan lumpur dan sampah baik di tempat umum seperti jalan raya dan rumah tempat tinggal.

“Korban jiwa memang tidak ada. Namun kami harus berjibaku dengan lumpur dan sampah yang dibawa banjir bandang itu,” kata Harno salah satu relawan yang juga warga setempat, Selasa (28/11/2023).

Banjir bandang kedua terjadi di wilayah Kecamatan Sukolilo, tepat sepekan setelah banjir bandang sungai Godo, yakni terjadi pada Selasa (5/12/2023) kemarin. Meskipun dampaknya sama seperti banjir bandang sungai Godo, namun kepanikan warga terlihat lebih serius. Sejumlah video yang beredar di media sosial terlihat derasnya arus air di sungai yang melewati pemukiman warga dan terdengar teriakan-teriakan histeris dari warga setempat.

Sama seperti banjir bandang sungai Godo, di malam hari warga dan relawan harus berjibaku dengan lumpur dan sampah di lokasi fasilitas umum dan pemukiman.

“Tidak ada korban jiwa, tapi tetap saja kerugian terjadi. Pasti sejumlah bangunan ada yang rusak. Warga dan relawan harus bersih-bersih mulai malam hingga menjelang pagi. Belum lagi soal dampak psikologis. Saya menemukan sejumlah orang terutama perempuan dan anak-anak mengalami trauma dengan peristiwa ini,” terang Slamet Riyanto, aktivis lingkungan dari Wali-SHL yang juga merupakan salah satu relawan dari Banser Sukolilo.

Baik Harno maupun Slamet Riyanto berharap semoga peristiwa banjir bandang itu tidak kembali terjadi. “Tapi ini kan musim hujan baru mulai,” kata Slamet dengan nada bimbang. (c-hu)