17
Wed, Jul

Warga Miskin Ekstrem Butuh Penanganan Ekstra

Cerita
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Clakclik.com, 10 Nopember 2023--Seluruh pemimpin daerah diminta konsisten menjaga pelaksanaan strategi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan berkelanjutan kelompok masyarakat miskin ekstrem, serta penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan.

”Selain itu, pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan aspek pertumbuhan, keadilan sosial, dan keterjangkauan juga agar menjadi perhatian bersama,” kata Wapres Ma’ruf Amin, Kamis (9/11/2023).

Wapres Amin menuturkan, berbagai langkah konkret untuk mencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem sudah dilaksanakan, di antaranya penajaman sasaran penerima manfaat melalui pengembangan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Selain itu, juga telah dilakukan konvergensi program dan anggaran dalam rangka penghapusan kemiskinan ekstrem, antara lain melalui penyesuaian APBN, APBD, dan APBDes (anggaran pendapatan dan belanja desa).

”Hasilnya pun mulai terlihat. BPS mencatat kemiskinan ekstrem Maret 2023 turun signifikan menjadi 1,12 persen. Pekerjaan rumah kita adalah menjaga tren penurunan ini hingga target (kemiskinan ekstrem nol persen di tahun 2024) dapat tercapai,” kata Wapres Amin.

Berdasarkan laporan BPS, tingkat kemiskinan nasional per Maret 2023 baru mencapai 9,36 persen. Sementara itu, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 adalah 6,5 persen sampai dengan 7,5 persen. Untuk itu, perlu pendekatan kebijakan khusus melalui berbagai program di kementerian, lembaga, dan pemda.

”Saya juga mendapat laporan bahwa pengentasan penduduk miskin di wilayah perdesaan cenderung tertinggal dibandingkan wilayah perkotaan. Artinya, perlu perhatian pada intervensi di wilayah perdesaan, antara lain melalui optimalisasi implementasi Dana Desa untuk mempercepat penurunan kemiskinan di perdesaan,” ujar Wapres Amin. (c-hu)