16
Sat, Oct

Penting! Pendidikan Seks bagi Remaja

Foto: Wivaqussaniyyah saat fasilitasi sebuah pelatihan di Dukuhseti beberapa waktu lalu /Clakclik.com

Inspirasi
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Pati, Clakclik.com—Pekan lalu, di media sosial maupun media massa online warga Pati dihebohkan dengan aneka ragam judul pemberitaan tentang temuan bayi di tepi sungai. Setelah diselidiki oleh polisi ternyata bayi itu lahir dari perempuan muda yang masih berstatus pelajar salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Berita menjadi bertambah heboh dengan tambahan cerita bayi itu merupakan hasil hubungan badan pelajar SMA itu dengan lelaki yang dikenalnya di media sosial. Dalam sejumlah pemberitaan, sang ibu bayi mengaku tidak mengenal dengan baik lelaki yang dimaksud; bahkan namanya pun lupa.

Merespon hebohnya pemberitaan itu, Clakclik.com pada Sabtu (25/9/2021) meminta tanggapan Wivaqussaniyyah; aktivis perempuan Pati. Perempuan yang biasa dipanggil Eva itu menekankan bahwa persoalan kehamilan remaja dan kemudian muncul aneka masalah penyertanya, diantaranya disebabkan karena minimnya pendidikan seks untuk remaja.

Sejumlah anak muda berdiskusi santai di Dukuhseti beberapa waktu lalu. Acara semacam itu bisa digunakan sebagai media edukasi termasuk pendidikan seks bagi para remaja / Clackclik.com

“Pendidikan seks di kita masih minim, bahkan sering dianggap tabu. Padahal pendidikan seks itu penting diajarkan kepada remaja agar mereka mengenali organ tubuhnya dengan baik beserta fungsinya serta bagaimana merawat dan melindunginya,” kata Eva.

Eva menambahkan bahwa yang dimaksud pendidikan seks itu bukan mengajarkan teknik-teknik kegiatan seksual, tetapi memberikan pemahaman dan mengenali diri secara seksual atas organ tubuh yang dimiliki seorang laki-laki maupun perempuan. Apa fungsinya, bagaimana menjaganya, dan apa risikonya jika terjadi penyimpangan.

“Saat ini, di PAUD (pendidikan anak usia dini-red) saja kan sudah diajarkan pendidikan seks itu dengan cara mengenal organ tubuh dan lokasi mana yang tidak boleh dan boleh disentuh orang lain melalui lagu-lagu. Namun hal ini sering tidak dihayati oleh orang-orang dewasa bahkan para guru. Akhirnya ya hanya menjadi sebatas nyanyian. Inti edukasinya tidak tersampaikan,” tambah Eva.

Diakhir perbincangan dengan Clakclik.com, Eva berpendapat bahwa kasus temuan bayi dan kisah cinta orang tua-nya yang heboh pada pekan lalu hanya letupan permukaan saja. 

“Seperti Gunung Es ditengah laut. Yang kelihatan hanya puncaknya saja, badan gunungnya yang besar tidak tampak karena tertutup air laut. Penting bagi orang dewasa dan para pihak yang berkompeten untuk segera bersikap,” pungkas Eva. (c-hu)

 

 

Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.