17
Wed, Jul

Mari Usahakan Sekolah Aman dan Nyaman bagi Siswa

Illustrasi / Istimewa

Inspirasi
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa. Tidak hanya aman dan nyaman secara fisik, tetapi juga secara psikis dan sosial.

Editorial | Clakclik.com | 8 Juli 2024

Kasus terbakarnya Aldelia Rahma (10) di lingkungan sekolahnya di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, hingga akhirnya meninggal tiga bulan kemudian dengan luka bakar di tubuhnya menunjukkan bahwa sekolah belum menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa. Sebelum kasus ini, ternyata Aldelia juga sering kali dirundung temannya di sekolah.

Kepolisian memang telah menangani kasus tersebut. Dua guru ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai lalai sehingga menyebabkan Aldelia meninggal. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Pariaman juga sudah memeriksa siswa yang diduga menyiramkan bahan bakar minyak ke tubuh Aldelia.

Namun, itu semua hanya upaya untuk memberikan efek jera kepada mereka yang dinilai bertanggung jawab atas kasus tersebut. Langkah ini tidak akan mampu menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa jika tidak ada upaya untuk mewujudkannya. Sudah banyak program dan peraturan dibuat. Namun, banyaknya kasus kekerasan, termasuk perundungan, di sekolah menunjukkan upaya itu belum efektif.

Sekolah aman, nyaman, dan menyenangkan menjadi salah satu amanah Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2023 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dengan amanah ini, sekolah harus mengubah fungsi dari institusi yang hanya mentransfer pengetahuan menjadi rumah kedua yang menciptakan ekosistem baru untuk penumbuhan karakter dan kompetensi yang dibutuhkan siswa.

Hal itu bukan hanya tanggung jawab guru, melainkan harus didukung manajemen sekolah yang kuat. Perlu upaya menyeluruh dan komprehensif oleh semua pemangku kepentingan pendidikan mengingat pembelajaran menyenangkan melibatkan standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana-prasarana, standar proses, dan standar pengelolaan.

Standar pendidik dan tenaga kependidikan sebagai penanggung jawab langsung pelaksanaan pendidikan di sekolah di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Banyaknya kasus kekerasan di sekolah menunjukkan belum banyak guru dan tenaga kependidikan yang mampu menemukenali potensi kekerasan di sekolah.

Dalam kasus terbakarnya Aldelia, guru belum melihat perundungan yang dialami Adelia sebagai masalah serius, sebagai bentuk kekerasan yang harus segera diatasi dan dicegah. Kemampuan guru menjalin komunikasi yang baik dan sehat, serta membangun empati, menjadi kunci untuk menciptakan sekolah yang aman di sekolah.

Pendidikan karakter belum dapat dikatakan berhasil jika empati belum terbangun. Empati merupakan sebuah keterampilan dan perlu diajarkan kepada siswa.

Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.