Metode Belajar Daring bagi Anak

Ilustrasi / Clakclik.com

Opini
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Oleh: Sulasmi, Mahasiswa IPMAFA Pati, Peserta KKN-MDR 2020

Wabah COVID-19 telah merubah banyak hal, salah satunya adalah cara belajar mengajar disekolah. Dengan adanya COVID-19 ini pemerintah memberlakukan peraturan bahwa siswa dari tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga perguruan tinggi harus belajar di rumah secara daring atau online.

Penerapan belajar daring (dalam jaringan) di rumah bagi banyak sekolah di Indonesia dianggap sebagai salah satu cara preventif yang tepat dalam menghadapi COVID-19 yang frekuensinya kian melonjak belakangan ini. Dengan penerapan proses belajar online ini tentunya diharapkan dapat menjauhkan anak dari kemungkinan terpapar COVID-19.

Proses belajar online ini tak hanya diterapkan oleh sekolah dasar, atau pun sekolah menengah saja, melainkan juga bagi tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD). Tentunya cara belajar anak usia dini ini berbeda dengan cara belajar anak di jenjang-jenjang berikutnya. Pada anak usia dini hakikat belajar bagi mereka adalah belajar melalui bermain. Jadi guru harus bekerja sama dengan orang tua untuk menciptakan kegiatan belajar melalui bermain dan memberikan pembelajaran yang tepat bagi anak usia dini.

Meskipun belajar secara daring, guru-guru harus tetap mendorong murid-murid bermain secara aktif bersama orang tua. Memang tidak mudah untuk menciptakan kondisi yang demikian tapi dengan perencanaan dan kerja sama yang baik pasti akan mudah mewujudkan hal tersebut.

Guru dapat membuat program belajar yang menarik di setiap harinya dengan mempertimbangan kemudahan dan memanfaatkan alat dan bahan yang ada di rumah maupun di sekitar lingkungan anak, seperti belajar berhitung dengan kerikil, membuat boneka tangan dengan kaos kaki yang sudah tak terpakai, dan lain sebagainya.

Selain kegiatan yang menarik dan menggunakan bahan yang mudah ditemukan di sekitar rumah sebaiknya harus selalu di upayakan agar poses kegiatan belajar dirumah secara daring dapat berjalan dengan lancar dan mudah sert turut mendorong antusiasme orang tua untuk mendampingi anak-anaknya dan juga belajar bersama.

Setelah memberikan program kegiatan belajar yang menarik selanjutnya guru dapat memberikan pengarahan kepada orang tua terkait apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara mendampingi anak dalam belajar, sebagai seorang yang ahli guru harus memberikan edukasi bagi orang tua agar anak tidak kehilang hak dan kebutuhannya dalam belajar, serta aspek perkembangan pada anak dapat senantiasa terstimulasi dengan baik.

Kegiatan bermain tidak harus selalu berkutat dengan buku, pensil dan pewarna. kegiatan belajar bagi anak usia dini akan lebih menarik dilakukan dengan kegiatan yang sederhana namun di sesuaikan dengan hakikat belajar anak, disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak.

Mengajak anak melakukan kegiatan sehari-hari misalnya, bercocok tanaman atau bermain di halaman rumah, tentu hal ini akan lebih tepat ketimbang mengajak anak belajar menulis dan mewanai saja sepanjang hari atau seperti beberapa kegiatan menarik yang sudah saya sebutkan di atas.

Setiap kegiatan tentunya mendorong anak-anak untuk tetap aktif meski di rumah dan tetap mampu mengembangkan kompetensinya. Saat berkegiatan orang tua dapat merekam atau mengambil gambar kemudian bisa di laporkan pada guru, jika di temukan kendala orang tua bisa konsultasi pada guru.

Dengan cara yang demikian tentu proses belajar bagi anak usia dini secara daring di rumah saat COVID-19 ini bisa menjadi sebuah langkah yang tepat untuk pengembangan proses belajar digital di tingkat pra-sekolah kedepan.